Sikap Kepada Kaum Lemah

Sikap Tawadhu oarang yang memiliki kedudukan terhadap orang-orang baik yang lemah misalnya menjenguk si miskin yang sakit,mengantarkan jenazah orang asing yang fakir,mengunjungi orang yang tidak dikenal masyarakat adalah sikap mulia dalam bermuamalah.

Diriwayatkan bahwa Allah SWT mewahyuhkan kepada umat-umat terdahulu dalam salah satu kitab yang Allah turunkan : “Berjalanlah satu mil,jenguklah orang sakit.Berjalanlah dua mil,antarkanlah jenazah.Berjalanlah tiga mil,penuhilah undangan.Berhalanlah empat mil,kunjungilah Sulaiman bin Dawud AS jika memasuki Baitul Maqdis beliau menghampiri kelompok(halaqoh) terdekat yang dihadiri oleh kaum dhu’afa,pengemis dan kaum miskin.Setelah itu beliau duduk bersama mereka dan berkata,”Seorang miskin duduk bersama orang-orang miskin.”

Diriwayatkan bahwa Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa As,”Hindarilah sikap sombong(kibr).Andaikata seluruh makhluk-Ku  menemuii-Ku dengan sebiji atom kesombongan,Aku pasti akan memasukkan mereka ke dalam nekara,meskipun kamu dan Ibrahim Kekasih-Ku ada di antara mereka.Wahai Musa,apakah engaku ingin Aku tidak melupakanmu?

“Ya,wahai Tuhanku,”jawab Musa.

“Cintailah kaum fakir miskin dan dekatilah mereka.Berilah kabar gembira kepada kaum shadiqin(orang-orang yang shidq) dan peringatkanlah orang-orang yang berbuat dosa.”

Betapa indahnya hadist Nabi SAW tentang kasih sayang,

“Sesungguhnya sewaktu shalat aku ingin memanjangkannya,tapi kudengar tangis seorang anak,aku lalu mengerjakan yang wajin saja,sebab aku mengetahui betapa iba hati sang ibu terhadap anaknya.(HR Buhari,Muslim,Turmudzi,Ibnu Majah,Nasai,Abu Dawud,Ahmad dan Darimi)

Oleh karena itu,hendkanya manusia itu bersikap toleran,mudah dan tidak mengiktui hawanya.

Diambil dari Kitab Rahasia Ilmu Para Wali

Print Friendly

No comments yet.

Leave a Comment

*