Sobat Muslim, dulu Rasulullah SAW pernah
bersabda :
“Kalian akan mengikuti jejak orang-orang sebelum
kalian, jengkal demi jengkal, depa demi depa, bahkan
jika mereka masuk ke lubang biawak, kalian akan
mengikuti mereka”, kami (para sahabat), berkata
“Apakah kaum yahudi dan nasrani”, Rasulullah menjawab,
“Siapa lagi?”. (HR Bukhari hadits no 3457,
Muslim hadits no 6952)
Apa yang dikatakan Rasulullah SAW sungguh benar, coba kita perhatikan,kita banyak sekali meniru budaya orang-orang di luar
Islam, kalau niru yang baek sih no problem, tapi kok yang ditiru malah yang aneh-aneh.
Nggak percaya? kita buktikan…
Ketika mereka bikin model rambut kaya landak, dan kaya sapu, eh.. kita ikut ikutan.
Mereka bikin model pakaian style bolong-bolong kaya abis digigit tikus, kita ikut-ikutan.Yang lebih aneh lagi..ketika
mereka merayakan hari–hari para dewa, eh.. kita juga ikut-ikutan Tunggu..tunggu, maksudnyahari para dewa tuh apaan?
Valentine, Dewa dan Para Martir Valentine day memilikibanyak sekali hubungan denganpara dewa, Ken Swiger
dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan bahwa kata“Valentine” berasal dari
bahasa Latin yang berarti yang maha perkasa, yang maha Kuat dan maha kuasa. Kata ini ditujukan kepada
Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.Aksesoris dan atribut valentine sendiri penuh dengan simbol-simbol pagan, seperti
gambar Cupid (bayi bersayap dengan panah) yang menurut mitologi Romawi adalah anak laki-laki Dewi Venus, (dewi cinta dan kecantikan) dengan Nimrod “the hunter” Dewa Matahari.
Dulu sebelum ada istilah valentine day,pertengahan Februari memang sudah dihubung-hubungin sama yang namanya
cinta dan kesuburan.Dalam kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut bulan
Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.Bukan cuma itu, di Roma kuno 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia,sebuah perayaan buat Lupercus, dewa pelindung tanaman obat dan hasil bumi (kesuburan),yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing (Nah dewalagi kan…). Ritualnya dimulai dengan persembahan korban kambing kepada sang dewa yang dilakukan oleh para pendeta Lupercus kemudian setelah minum anggur,mereka berlari-lari di jalanan kota Roma membawa potongan-potongan kulit domba itu dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai.Wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburandan bisa melahirkan dengan mudah (wah..wah., bahaya tu..).
Perayaan ini tetap eksis sampai agama Kristen mulai merambah ke Roma. Untuk mendekatkan kaum pagan itu agar masuk ke dalam agama Kristen, pada tahun 498 M,paus Gelasius merubah acara ini dengan valentine day dan memindahkan hari itu sehari lebih awal yaitu tanggal 14 februari.
Mengenai nama Valentin, Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia
1908), nama Valentinus bisa merujuk pada tiga martir (orang yang rela mati demi mempertahankankeyakinannya) atau santo
(orang suci) yang berbeda:
• Seorang pastur di Roma
• Seorang uskup Interamna
• Seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Meskipun tidak jelas, tetapi tetap saja ada cerita-cerita yang beredar mengenai pastor bernama valentine tersebut .Nama Valentine yang pertama, dihukum mati oleh Kaisar Claudius II pada 14 Februari 270 M.Waktu itu kaisar menganggap tentaranya akan menjadi semakin besar kalau mereka nggak nikah, jadi ia melarang pria untuk nikah dan tinggal bersama keluarga,seluruh pertunangan dan pernikahan di romawi pun dibatalkan untuk memperkuatmiliter.
Sebagai bentuk ketidaksetujuan, Uskup (kepala wilayah gereja) Valentine bersama uskup Marius dan para pendeta kristiani lainnya sering menikahkan pasangan Romawi secara diam-diam. Sepandaipandainya tupai melompat pasti akan jatuh jua, dan akhirnya perbuatan Valentine diketahui,ia pun ditangkap dan dipenjara kemudian ia dihukum, dipukuli dengan tongkat,dilempari batu, dan dipenggal kepalanya hingga tewas.
Karena hukumannya pas terjadi tanggal 14 Februari 270 M tepat satu hari sebelum orang-orang Romawi mengadakan festival Lupercalia, yang jatuh pada 15 Februari, maka untuk mengenang jasa dan pengorbanan Uskup Valentine sekaligus menghormati tradisi rakyat, para pastor Romawi menentukan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine.
Sedangkan Valentin yang kedua adalah seorang bishop dari Interamna (Terni modern).Dua martir ini diberi gelar santo karena pengorbanannya dalam melindungi pasangan yang sedang jatuh cinta. Hingga pada 469 M, Paus Gelasius mengumumkan setiap
tahun pada 14 Februari sebagai Hari Valentine.
Karena kisah-kisah di atas memang tidak jelas asal-usulnya, maka pada tahun 1969 hari raya ini dihapus dari kalender gereja,
sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggung
jawabkan dan hanya berbasis legenda saja.Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki (dewan gereja) tertentu.
Sebelum abad keempat belas, hari valentine dianggap sebagai hari perayaan atas kematian Valentine dan tidak pernah diasosiasikan
dengan cinta yang romantis.
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta dan romantisme adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin.Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules(Percakapan Burung-Burung).
Sejak saat itu hari valentine dirayakan sebagai hari untuk mengungkapkan kasih sayang dengan saling menukar kartu dan hadiah.The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan.
Keadaan Yang Terjadi ?
Nah.. sobat muslim.. Coba kita liat temen-temen di sekeliling kita, kebanyakan mereka adalah muslim, apa yang mereka lakuin ketika datang hari valentine ? Benerkan apa kata Rasulullah,“ Bahkan jika mereka masuk ke lubang biawak, kalian akan mengikuti mereka “. Meski banyak sekali nilai-nilai kesyirikan dan penipuan yang dikandung dalam hari itu, tetap saja banyak kaum muslim yang mengikuti.Hari kasih sayang ? Lho ngungkapin kasih sayang kok dilarang..
katanya Islam adalah agama yang penuh kasih sayang ?
Sobat.. Dalam Islam semua hari adalah hari untuk menumpahkan kasih sayang, dankasih sayang itu bukan monopoli antara lelaki
dan wanita saja, tetapi semua kaum muslim wajib untuk kita cintai sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri.Kita akan merasa susah jika saudara kita merasa susah dansenang ketika mereka senang,bahkan seorang muslim tidak sempurna keislamannya
sebelum bisa mencintai saudaranya sebagaimana mencintai diri sendiri.
Rasulullah bersabda, “Tidaklah beriman seorang dari kalian sampai ia mencintai
untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri” (HR Bukhari, 13, Muslim 71).
Ungkapan kasih sayang dalam Islam lebih konkrit, bukan hanya sekedar omongan kosong “aku mencintaimu”, yang hanya
dilakukan setaun sekali, itupun juga cuma sebates ucapan bukan perbuatan.. lebih parah lagi ceremoni ini dilakukan pas perayaan kematian santo nasrani, atau perayaan dewa lupercus dan perkawinan hera dan zeus,…udah gitu pake kartu yang ada
gambar si cupid, dewa cinta dari romawi yang telanjang..dan ujung-ujungnya bukan mencintai,
namun sekedar pelampiasan nafsu, mempermainkan wanita dengan serendah-rendahnya bahkan sampai pegangan tangan,
ciuman, atau … wah.. parah bener si?,naudzubillah min dzalik.
Islam itu meminta perbuatan nyata,bukan cuma omong kosong or pelampiasan nafsu macam itu, Islam mendorong kita untuk selalu memberi bukan menerima.Banyak sekali anjuran untuk melakukan perbuatan nyata untuk menumbuhkan rasa kasih sayang di antara umat muslim,walaupun sebagian terlihat remeh seperti anjuran untuk berwajah ceria pada sesama,membantu seorang naik kendaraan, membantumembawakan bawaan barangsaudaranya, menghormati tetangga, menghargai orang tua, mencintai anak-anak,menyingkirkan kotoran dari jalan kaum muslim,dll. Selain itu sebagai muslim kita juga punya identitas yang juga dianjurkan olehAr-Rasul SAW agar kita benar-benar mencintaisama lain yaitu saling mengucap salam ketika bertemu. Rasulullah SAW bersabda,“Maukah kalian aku beri tahu mengenai hal,yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai ?.. Sebarkanlah salam“.(HR Muslim, 93)
Begitupun dengan orang-orang yang diluar Islam, kita dilarang mengganggu merekadan kita dianjurkan untuk selalu berbuat baik kepada mereka secara proporsional.Bukan hanya kepada sesama manusia tetapi kita juga diwajibkan mencintai semua makhluk Allah. Sebagai contoh kecil kita dilarang untuk kencing di atas lubang di bumiagar tidak mengganggu penghuni lubang itu baik berupa hewan atau jin. Bahkan dalam masalah penyembelihan hewan Islam juga mengharamkan umatnya menggunakan sesuatu yang membuat hewan itu mati secara tersiksa. Perhatikan, Betapa universalnya pesan cinta yang dikumandangkan oleh islam, betapa sucinya islam memandang cinta..
Namun sayang seribu sayang kita tidak pernah mencoba memahami dan merenungkan fakta-fakta semacam ini.Anehnya,kita justru lebih mengenal adat-adat,kebudayaan yang nggak jelas asal-usul dan tujuannya.

Kesimpulan
Sobat Muslim, mulai sekarang marilah
maksimalkan fungsi hati dan akal sehat kita
untuk memilih segala sesuatu yang akan kita
jadikan sebagai pilihan hidup. Islam adalah
satu-satunya jaminan keselamatan kita, dengan
mengamalkan Islam secara totalitas kita
akan memperoleh kebahagiaan dan
keberuntungan yang hakiki. Semoga Allah
SWT senantiasa menuntun langkah kita agar
kita bisa melakukan yang terbaik sesuai aturan-
aturan-Nya.Amiin.(taster.red)



