Pada suatu ketika Fulan sedang berjalan jalan,tiba-tiba dirinya melihat Abu Nawas sedang berada di sebuah pekuburan.Fulan kemudian mendekatinya.Disana ternyata Abu Nawas sedang menggantungkan kakinya di sebuah kubur seraya mempermainkan debu-debu diatas kubur itu.
‘Apa yang engkau lakukan disini ?’,tanya Fulan.
‘Aku sedang bercengkerama degnan suatu kaum yang tidak pernah menyakitiku.Dan bila aku telah tiada mereka tidak menggunjingku’,jawabnya.
‘Harga-harga mulai naik,tidaklah engkau mau iktu berdoa kepada Allah SWT,agar harga bisa terkendali,’kata Fulan lagi.
‘Demi Allah,aku tidak mau peduli meskipun dibayar satu dinar sekalipun.Sesungguhnya Allah telah meminta kita untuk menyembahNya sebagaimana peritahNya dan Allah memberikan rezeki kepada kita sebagaimana telah dijanjikan’,Abu Nawas kemudian bertepuk tangan dan bernyanyi,
Wahai penikmat dunia dan perhiasannya
Kedua matanya tak pernah tidur dari kelezatannya
Kau hanya sibuk dengan apa yang tak teraih
Apa yang hendak dikata ketika berjumpa dengan-Nya ?



