Nama-nama Setan dan Pekerjaannya

(1)Mathus, setan pemilik berita dusta yang disebarkan melalui mulut-mulut manusia yang tidak ada sumbernya.
(2)Khanzab adalah setan pengganggu orang salat.
Walhan adalah setan yang menggoda orang yang berwudhu dan membisikinya.
(3)Dasima adalah setan yang mengganggu keluarga dan rumah.
(4)Abyadh, setan paling buruk dan kuat menggoda para nabi.Mujahid berkata,”Di antara keturunan setan adalah
(5)Laqnis danWalhan,keduanya menggoda orang yang bersuci dan sholat. Keduanya digelari dengan
al-Hafaf danMurrah. Zalanbur, Setan yang menggoda di pasar yang menghiasi hal yang sia-sia, sumpah, dusta dan memuji barang dagangannya.
(6)Batharsetan yang menggoda orang yang tertimpa musibah, membisikinya supaya mencakar wajah, memukul pipi, dan merobek kantong bajunya sendiri.
(7)Al-’Awaradalah setan penggoda orang yang berzina dengan menyebarkannya di kelamin laki-laki dan ketuaan pada perempuan.”
(8)Dasim, yakni bila seorang memasuki rumah tanpa mengucapkan salam dan tidak mengingat Allah, maka dia dapat melihat harta kekayaan seseorang selama belum di angkat atau diperbaiki tempatnya. Bila seseorang makan dan tidak membaca basmallah, maka dia akan makan bersamanya.
Al ‘Amasy berkata,”Ketika aku masuk ke dalam rumah dan tidak menyebut nama Allah SWT, serta tidak bersalam aku melihat api. Aku berkata,”Angkatlah, dan aku berbantahan dengannya. Kemudian aku ingat dan berkata, “Dasim, Dasim, Aku berlindung kepada Allah SWT darinya.”
Ubay bin Kaab meriwayatkan dari Nabi SAW. Beliau bersabda,”Sesungguhnya wudhu itu ada setannya yang bernama
Walhan. Maka takutlah kalian semua dari sifat was-was pada air.”Diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Imam Muslim meriwayatkan dari Ustman bin Abi Al Ash. Dia berkata,”Ya Rosulullah, setan telah menghalangi antara diriku dan salatku dan tanda-tanda yang ia kenakan padaku.” Rosulullah bersabda,’Itu adalah setan yang di sebut
Khanzab. Maka bila engkau merasakannya, berlindunglah kepada Allah darinya, dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.’ Maka aku melakukan itu dan Allah menghilangkannya dariku.”
Sumber: Hikaya Ash-Shufiyyah, Muhammad Abu Al-Yusr ‘Abidin

Print Friendly

No comments yet.

Leave a Comment

*