Dosakah Nabi Adam AS Memakan Buah Khuldi ?

Melihat firman Allah dalam surat Thaahaa Ayat : 121 – 122,


121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.122. Kemudian Tuhannya memilihnya [951] maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Ayat diatas dengan jelas menyatakan bahwa Nabi Adam AS telah berbuat ma’siat,artinya beliau tidak bersifat ma’sum(terjaga) dari dosa.Jika beliau yang adalah seorang NAbi dapat berbuat dosa,berarti para nabi lainpun dapat juga berbuat kemaksiatan.Dengan kata lain ayat ini adalah dalil bahwa para nabi tidak bersifat ma’sum.

Penjelasan yang benar,

Kata عَصَى secara etimologi memiliki beberapa arti diantara : tidak mengerti,tersalah,lupa tanpa ada niat menentang,meninggalkan,dan menentang.Sedangkan yang dimaksud ayat diatas adalah عَصَى dengan makna yang ketiga yaitu lupa.Ini diperkuat dengan ayat sebelumnya,

walaqad ‘ahidnaa ilaa aadama min qablu fanasiya walam najid lahu ‘azmaan
115. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.(QS Thaahaa Ayat : 115)

Kita telah tahu bersama bahwa pelanggaran yang dilakukan dalam keadaan lupa tidaklah dianggap suatau yang dosa.Akan tetapi,karena tingginnya derajat kenabian,maka kelupaan Nabi dam AS dianggap tidak layak baginya.Meskipun lupa merupakan hal yang biasa bagi manusia lainnya.Oleh karena itulah Allah SWT mengeluarkan beliau dari surga sebagai bentuk hukuman atas kelupaan beliau,bukan karena dosa beliau.Karena kebaikan yang dilakukan orang-orang baik adalah kejelekan (hal biasa) di mata orang yang tinggi derajatnya.Misalnya seorang miskin memandang uang yang disedekahkan sebesar Rp 100.000 adalah hal yang luar biasa,lain halnya orang kaya,mereka mengaanggap itu adalah hal yang biasa bahkan kecil.Begitu juga sebaliknya,kesalahan yang dilakukan Nabi Adam AS meskipun adalah hal yang biasa di mata orang biasa tapi itu adalah hal besar bagip enyandang gelar kenabian.

Selain itu pengeluaran Nabi Adam As dari surga juga merupakan bentuk keadilan Allah SWT.Karena Allah SWT tidak menghukum hambanya kecuali karena kesalahan yang diperbuat.Peristiwa ini tidak mengeluarkan beliau dari sifat ma;sum karena apa yang beliau lakukan bukan merupakan dosa.Justru dengan kesalahan inilah Allah SWT mengangkat derajat Nabi Adam AS sebagaiamana firman Allah SWT berikut,

tsumma ijtabaahu rabbuhu fataaba ‘alayhi wahadaa
122. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.(QS Thaahaa Ayat : 122)

Diluar semua itu,terdapat hikmah yang agung dibalik peristiwa ini,diantaranya :

1.Peristiwa ini merupakan jalan yang yang Allah SWT pilih bagi Nabi Adam AS untuk menjadi khalifah di muka bumi,karena memang Allah SWT menciptakan Adam AS untuk menjadi khalifah di bumi bukan di surga.Allah SWT berfirman,

wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa‘ilun fii al-ardhi khaliifatan qaaluu ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku alddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a’lamu maa laa ta’lamuuna
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al-Baqarah Ayat : 30)

2.Allah SWT menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepadaNya.Allah SWT berfirman,

wamaa khalaqtu aljinna waal-insa illaa liya’buduuni
56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(QS Adz-Dzaariyat Ayat : 56)

Sedangkan surga bukanlah tempat untuk ibadah melainkan tempat pembalasan amal ibadah.Tempat ibadah yang sesungguhnya adalah bumi,jadi jelaslah bahwa sejak awal Allah SWT telah berkehendak untuk menurunkan Nabi Adam AS ke muka bumi.

3.Dengan peristiwa ini Allah SWT mengajarkan kita agar jangan pernah merasa aman dari godaan syaitan setinggi apapun kedudukan kita dan dimanapun kita berada,meskipun kita berada di tempat yang paling terlindungi.Renungkanlah bagaimana Nabi Adam AS dapat terjerumuskan oleh syetan meskipun beliau berada dalam surga.Karena syetan tidak pernah beristirahat untuk menjerumuskan  mansuia supaya bermaksiat kepada Allah SWT.

Referensi : Kitab Subulul Hudaa wa rasyaad fi siroti khoiri ibaad.

Kitab Al Islam ushuluhu wa ma baadi’uhu

Print Friendly

2 Responses to “Dosakah Nabi Adam AS Memakan Buah Khuldi ?”

  1. ardi
    April 17, 2012 at 6:03 am #

    Penjabaran yang bagus…
    Tidak perlu pusing2…… semua sudah dibikin seperti itu
    jika tidak demikian maka tidak ada cerita dunia ini………..
    yang penting kita jalani hidup ini dengan baik
    tidak melanggar aturan2 yang sudah di tentukan Allah SWT.
    Insyaallah akan selamat dunia akhirat.

  2. sam evan
    September 9, 2012 at 8:52 pm #

    kitA memanG SUDAH d taktdkn untx hdp d dunia ini..

Leave a Comment

*