<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CintaAllah.org &#187; Senyum Muslim</title>
	<atom:link href="http://cintaallah.org/category/senyum-muslim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cintaallah.org</link>
	<description>Mengajarkan Islam Yang Sesungguhnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jun 2013 05:15:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Mencari Mahkota Surga</title>
		<link>http://cintaallah.org/mahkota-surga/</link>
		<comments>http://cintaallah.org/mahkota-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[cerita mencari mahkota surga]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[kisah abu nawas]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hikmah abu nawas]]></category>
		<category><![CDATA[kisah mencari mahkota]]></category>
		<category><![CDATA[mahkota surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintaallah.org/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti biasanya sang Raja Harun Al Rasyid menyamar menjadi rakyat biasa.Beliau ingin melihat kehidupan rakyat jelata tampa pengetahuan siapapun.Baginda mulai keluar dari istana dengan pakaian sederhana layaknya rakyat jelata.Tibalah di suatu perkampungan yang ada sebuah majelis ilmu yang membahas alam barzah.Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bertanya kepada ulama yang membuka majelis, &#8216;Kami menyaksikan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cintaallah.org/wp-content/uploads/2012/02/pintuuu.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-1006" title="pintuuu" src="http://cintaallah.org/wp-content/uploads/2012/02/pintuuu-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tidak seperti biasanya sang Raja Harun Al Rasyid menyamar menjadi rakyat biasa.Beliau ingin melihat kehidupan rakyat jelata tampa pengetahuan siapapun.Baginda mulai keluar dari istana dengan pakaian sederhana layaknya rakyat jelata.Tibalah di suatu perkampungan yang ada sebuah majelis ilmu yang membahas alam barzah.Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bertanya kepada ulama yang membuka majelis,</p>
<p>&#8216;Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu mengintip kuburnya,tetapi kami tidak mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya.Maka bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata?&#8217;.Ulama yang mengisi majelispun berpikir sejenak.</p>
<p>&#8216;Untuk mengetahui yang demikian itu harus dengan panca indra yang lain.Ingatlah kamu dengann orang yang sedang tidur.Dia kadangkala bermimpi digigit ular,diganggu.Ia juga merasa sakit dan takut ketika itu bahkan memekik dan keringan bercucuran pada keningnya.Ia merasa hal semacam itu seperti seakan tidak tidur.Padahal apa yang dilihat dan dialaminya adalah dikelilingi ular.Maka masalah mimpi yang remeh saja sudah tidak mampu mata lahir melihatnya,mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah ?&#8217;</p>
<p>Mendengar jawaban ulama tersebut,Baginda terkesan.Sekarang,ulama melanjutkan kisah tentang alam ahirat.Dikatakan di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu,termasuk benda-benda.Salah satu benda itu adalah mahkota yang amat luar biasa indahnya.Sangking indahnya,mahkota jauh lebih bagus daripada dunia dan isinya.Baginapun terkesan.Beliau kembali ke istana.</p>
<p>Seperti biasa,baginda ingin menguji kemampuan Abu Nawas.Abu Nawaspun dipanggil untuk menghadap raja.</p>
<p>&#8216;Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga,kemudian bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu.Apakah engkau sanggup wahai Abu Nawas?&#8217;</p>
<p>&#8216;Sanggup Paduka yang mulia&#8217;,kata Abu Nawas langsung menyanggupi tugas yang mustahil dilaksanakan itu.&#8217;Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu syarat yang akan hamba ajukan.&#8217;</p>
<p>&#8216;Hamba mohon Baginda menyediakan pintu agar hamba bisa memasukinya.&#8217;</p>
<p>&#8216;Pintu apa?&#8217;,tanya Baginda belum mengerti.&#8217;Pintu alam ahirat&#8217;,jawab Abu Nawas.</p>
<p>&#8216;Apa itu?&#8217;,tanya Baginda seraya ingin tahu.</p>
<p>&#8216;Kiamat,wahai Paduka yang mulia.Masing-masing alam mempunyai pintu.Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu.Pintu alam barzah adalah kematian.Dan pintu alam ahirat adalah kiamat.Surga berada di alam ahirat.Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan mahkota surga maka dunia harus kiamat dulu.</p>
<p>Mendengar jawaban Abu Nawas,Raja berdiam diri.Disela-sela kebingunan Abu Nawas bertanya,&#8217;Masihkah Baginda menginginkan Mahkota dari Surga?&#8217;</p>
<p>Baginda diam tidak menjawab.Abu Nawaspun meminta izin pulang,karena sudah tahu jawaban Baginda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="printfriendly pf-alignleft"><a href="http://cintaallah.org/mahkota-surga/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="http://cdn.printfriendly.com/pf-button.gif" alt="Print Friendly" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintaallah.org/mahkota-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Abu Nawas di Kuburan</title>
		<link>http://cintaallah.org/renungan-abu-nawas-di-kuburan/</link>
		<comments>http://cintaallah.org/renungan-abu-nawas-di-kuburan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 10:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[abu nawas di kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[dalam kematian]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[merenung di kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan abu nawas]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kuburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintaallah.org/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika Fulan sedang berjalan jalan,tiba-tiba dirinya melihat Abu Nawas sedang berada di sebuah pekuburan.Fulan kemudian mendekatinya.Disana ternyata Abu Nawas sedang menggantungkan kakinya di sebuah kubur seraya mempermainkan debu-debu diatas kubur itu. &#8216;Apa yang engkau lakukan disini ?&#8217;,tanya Fulan. &#8216;Aku sedang bercengkerama degnan suatu kaum yang tidak pernah menyakitiku.Dan bila aku telah tiada mereka [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cintaallah.org/wp-content/uploads/2012/02/renungan-kuburan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-966" title="renungan kuburan" src="http://cintaallah.org/wp-content/uploads/2012/02/renungan-kuburan.jpg" alt="" width="419" height="259" /></a></p>
<p>Pada suatu ketika Fulan sedang berjalan jalan,tiba-tiba dirinya melihat Abu Nawas sedang berada di sebuah pekuburan.Fulan kemudian mendekatinya.Disana ternyata Abu Nawas sedang menggantungkan kakinya di sebuah kubur seraya mempermainkan debu-debu diatas kubur itu.</p>
<p>&#8216;Apa yang engkau lakukan disini ?&#8217;,tanya Fulan.</p>
<p>&#8216;Aku sedang bercengkerama degnan suatu kaum yang tidak pernah menyakitiku.Dan bila aku telah tiada mereka tidak menggunjingku&#8217;,jawabnya.</p>
<p>&#8216;Harga-harga mulai naik,tidaklah engkau mau iktu berdoa kepada Allah SWT,agar harga bisa terkendali,&#8217;kata Fulan lagi.</p>
<p>&#8216;Demi Allah,aku tidak mau peduli meskipun dibayar satu dinar sekalipun.Sesungguhnya Allah telah meminta kita untuk menyembahNya sebagaimana peritahNya dan Allah memberikan rezeki kepada kita sebagaimana telah dijanjikan&#8217;,Abu Nawas kemudian bertepuk tangan dan bernyanyi,</p>
<p><em>Wahai penikmat dunia dan perhiasannya</em></p>
<p><em>Kedua matanya tak pernah tidur dari kelezatannya</em></p>
<p><em>Kau hanya sibuk dengan apa yang tak teraih</em></p>
<p><em>Apa yang hendak dikata ketika berjumpa dengan-Nya ?</em></p>
<div class="printfriendly pf-alignleft"><a href="http://cintaallah.org/renungan-abu-nawas-di-kuburan/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="http://cdn.printfriendly.com/pf-button.gif" alt="Print Friendly" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintaallah.org/renungan-abu-nawas-di-kuburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->