Apakah Memakai Cadar Merupakan Adat Orang Arab?

Banyak orang yang belum memahami esensi cadar.Mereka menganggap cadar merupakan bentuk pengekangan terhadap kebebasan wanita dan tidak relevan dengan zaman ini.Bahkan sebagaian orang mengidentikan cadar dengan aliran islam garis keras yang ekstrim.Sebenarnya,apakah dalil pemakaian cadar itu bersumber pada syariat,atau hanya merupakan adat orang arab?Apakah Al Qur’an menyinggung mengenai masalah ini atau tidak ?

Penjelasan yang sebenarnya,

Anggapan bahwa pemakaian cadar hanya bersumber dari adat bangsa Arab dan tidak ada sangkut-pautnya dengan Islam merupakan anggapan yang perlu dibenahi.Karena penggunaan cadar tidak populer di kalangan wanita arab jahiliyah (sebelum datang Islam).Buktinya Allah SWT memerintahkan Istri-istri Nabi SAW untuk tidak mengikuti tingkah laku wanita jahiliyah yang senang menonjolkan auratnya.Dalam Al Qur’an disebutkan :

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait [1218] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.(QS Al-Ahzab Ayat : 33)

Di sini Allah SWT memerintahkan istri-istri Nabi SAW untuk tidak melakukan Tabarruj seperti Tabarrujnya para wanita Jahiliyyah.Yang dimaksud tabaruj adalah berjalan dengan lenggak-lenggok,lemah gemulai dan menggoda atau meletakkan selendang di kepala secara serampangan sehingga menampakkan kalung,anting serta leher mereka.Jelaslah jauh sekali adat wanita arab sebelum islam dalam berpakaian dari norma kesopanan,dan lebih jauh lagi cadar yang serba tertutup.

Memang tidak menutup kemungkinan bahwa cadar sudah ada sebelum Islam akan tetapi yang mempopulerkan bahkan mensyari’atkan untuk menggunakannya adalah Islam.Tanpa adanya perintah dari Al Qur’an,mungkin pemakaian cadar di negri-negri Islam tidak sepopuler sekarang.Dalam Al Qur’an disebutkan,

” .. dan jika kalian meminta pada mereka (istri-istri Nabi SAW) suatu barang,maka mintalah dari balik hijab,yang demikian itu lebih suci bagi hati-hati kalian dan hati-hati mereka..” (QS Al-Ahzab Ayat : 53 )

Juga disebutkan,

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS Al-Ahzab Ayat : 59 )

Mayoritas ahli tafsir mengatakan cara mengulurkan jilbab yang dimaksud ayat diatas adalah menutu[ seluruh tubuh dan wajah kecualilubang untuk satu mata saja.Inilah yang kita kenal dengan sebutan cadar.Ayat ini juga menunjukkan yang di klaim oleh sebagian orang,akan tetapi juga bagi seluruh wanita muslim yang merdeka.

Memang ada juga ulama yang mengatakan menutup wajah tidak wajib seperti Imam Malik RA dan Imam Rafi;i RA,akan tetapi itu dengan syarat jika tidak menimbulkan fitnah.Jika kita perhatikan ayat tersebut sekali lagi,akan menjadi jelas bahwa perintah untuk berjilbab bagi wanita muslim bukan bertujuan untuk mengekang mereka,justru perintah ini untuk membuat mereka menjadi terhormat dan terlindungi dari tangan-tangan lelaki fasiq.

“.. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.. “(QS Al-Ahzab Ayat : 59 )

Dahulu para wanita merdeka memakai pakaian yang sama dengan para wanita budak.Sehingga terkadang mereka diganggu oleh lelaki fasik di jalan-jalan.Agar para lelaki itu tahu bahwa merka adalah wanita merdeka dan tidak mengganggu wanita merdeka.(Dizaman sebelum dihapusnya perbudakan)

Lihatlah bertapa islam memperhatikan kehormatan wanita dengan sedemikian tingginya bahkan masalah pakaian pun diperhaitkan agar tidak ada seorangpun dari mereka yang terganggu kehormatannya oleh tangan-tangan jahil.

Print Friendly

One Response to “Apakah Memakai Cadar Merupakan Adat Orang Arab?”

  1. December 5, 2012 at 4:43 pm #

    Cadar (juga jilbab) adalah budaya dan ajaran Islam bukan budaya Arab, di antara buktinya adalah:

    a). Budaya wanita jahiliyah sebelum Islam adalah bersolek (tabarruj) jika keluar rumah. Karena itu Allah  berfirman:
    وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

    “Hendaknya kalian (wanita muslimah), berada di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian ber-tabarruj sebagaimana yang dilakukan wanita jahiliyah terdahulu.” (Q.S. Al Ahzab: 33).

    b). Sebelum Islam, wanita menampakkan rambutnya, perhiasannya dan aurat selainnya. Mereka tidak berjilbab apalagi bercadar, karenanya ketika turun ayat hijab, wanita mukminah mencari kain apa saja yang bisa menutupi rambut, dada, dan aurat lainnya. Aisyah رضي الله عنها berkata:

    يَرْحَمُ اللهُ نِسَـآءَ الْمُهَاجِرَاتِ اْلأَوَّلِ, لَمَّ نَزَلَتْ هَذِهِ اْلآيَةُ ( وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا

    “Semoga Allah merahmati para wanita Muhajirin generasi awal, ketika turun ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka.” (QS. An-Nuur: 31), mereka mengambil dan merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” (HR.Bukhari 4759).
    Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar di kitabnya Fathul Bari (8/490): “Makna ucapan Aisyah “fakhtamarna” di sini adalah: “Mereka menutup muka-muka mereka.”

Leave a Comment

*